Posts

Ketajaman Mata Elang: Eskplorasi Visual dengan Mata Elang

       Elang memiliki mata yang seakan memberikan efek zoom pada objek yang dilihatnya, yang membuatnya mendapatkan penglihatan yang lebih baik dari hewan lain. Bahkan elang bisa melihat jejak kaki dari mangsanya yang ada di daratan ketika ia lagi terbang. Namun dibalik kelebihannya yang dapat melihat sesuatu secara detail dari kejauhan, mata elang ternyata sulit untuk melihat atau menangkap objek yang sangat dekat. Mata elang terdiri dari retina dengan sel kerucut dan fovea yang kompleks. Pada manusia, setiap fovea memiliki 200.000 konus per milimeter. Sementara itu, elang memiliki dua fovea per mata, masing-masing mata memiliki satu juta konus per milimeter, yang dimana merupakan 4 kali lipat dari mata manusia. Elang juga memiliki mata yang besarnya hampir sama dengan milik manusia walaupun tubuh mereka jauh lebih kecil. Mata mereka memiliki lebih banyak sel reseptor cahaya yang disebut foto reseptor, dibandingkan dengan manusia. Foto reseptor ini memungkinkan ...

Video Liputan: Ubah Sampah Jadi Cuan

Image
  Tanggal 1 Desember 2024 lalu, saya berkesempatan membuat video liputan mengenai Bank Sampah Mekarsari yang berlokasi di Jl. Mampang Prapatan IV No. 13. Dalam kunjungan ini, saya berbincang dengan Ibu Ira, salah satu pengurus bank sampah, yang dengan penuh semangat membagikan ceritanya sebagai pengurus bank sampah dan bagaimana mekanisme dari bank sampah itu sendiri. Melalui video ini, saya ingin mengajak lebih banyak orang untuk mengenal, memahami, dan mendukung keberadaan bank sampah sebagai solusi nyata dalam mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan. Saksikan liputan lengkapnya untuk mengetahui lebih banyak tentang peran inspiratif Bank Sampah Mekarsari dan bagaimana kita semua bisa ikut berkontribusi. Saksikan video selengkapnya di sini! (klik di sini)

Mengupas Inspirasi dari Bank Sampah Mekarsari Bersama Ibu Ira

Image
  Setiap  Rabu  pagi, sebuah pemandangan unik terjadi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Di sana, orang-orang berdatangan membawa barang-barang yang kebanyakan kita anggap sampah. Ada yang membawa botol plastik dalam kantong besar, ada pula yang menenteng kardus bekas dengan raut wajah penuh semangat. Mereka menuju tempat sederhana dengan papan kecil bertuliskan “Bank Sampah Mekarsari.”  Di tempat ini, sampah bukan sekadar barang buangan. Ia berubah menjadi tabungan, harapan, bahkan solusi bagi dua masalah besar: sampah yang menumpuk dan kantong yang bolong.   Bank Sampah Mekarsari  sudah berdiri sejak 10 tahun lalu  oleh sekelompok warga yang peduli terhadap lingkungan. Awalnya, hanya segelintir orang yang mau bergabung. Bu  Ira ,  selaku salah satu  pengurus bank sampah, masih ingat betul perjuangan mereka di awal berdirinya bank ini.   “Waktu itu, banyak yang bilang ide ini cuma buang-buang waktu. Tapi kami percaya, kalau masy...

Pilar Ekonomi Sirkular di Tengah Dinamika Mampang Prapatan

Image
  Masalah pengelolaan sampah di Indonesia telah menjadi isu krusial selama beberapa dekade terakhir.  Berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2023, per 24 Juli 2024 hasil input dari 290 kab/kota se Indonesia menyebutkan jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 31,9 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut 63,3% atau 20,5 juta ton dapat terkelola, sedangkan sisanya 35,67% atau 11,3 juta ton sampah tidak terkelola.  (baca selengkapnya disini) Sebagian besar sampah di Indonesia, yaitu sekitar  69 %, berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sayangnya, banyak TPA yang beroperasi dengan metode open dumping, sehingga menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara. Tidak hanya itu, minimnya budaya memilah sampah di masyarakat juga memperparah kondisi ini. Sampah organik yang seharusnya dapat diolah menjadi kompos justru bercampur dengan plastik yang sulit terurai. Sebagai...

Kasus Tom Lembong: Dugaan Korupsi Impor Gula 2015-2016

Image
Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia baru-baru ini menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait impor gula pada periode 2015-2016. Dua tersangka tersebut adalah mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong (TTL), dan CS, Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).   Pada tahun 2014, rapat koordinasi antar kementerian menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki surplus gula, sehingga tidak memerlukan impor. Namun, pada 2015, Thomas Lembong selaku Menteri Perdagangan saat itu memberikan izin impor gula kristal mentah (GKM) sebanyak 105 ribu ton. GKM ini kemudian diproses menjadi gula kristal putih (GKP), produk yang umumnya diperuntukkan langsung bagi kebutuhan konsumsi masyarakat.     Di akhir 2015, Kementerian Perekonomian mengadakan rapat yang menyebutkan adanya potensi kekurangan gula pada 2016. Untuk mengatasi hal ini, CS, sebagai Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI, memerintahkan pertemuan dengan delapan perusaha...

Bank Sampah Mekarsari: Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Image
Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, warga RW 5 Mampang Prapatan memiliki cara unik dan produktif untuk mengelola sampah. Sejak tahun 2014, Bank Sampah Mekarsari, yang berlokasi di Jl. Mampang Prapatan IV No.5, telah menjadi solusi bagi 342 nasabah yang berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah. Keberadaan bank sampah ini terbukti menarik banyak perhatian dan partisipasi warga. Salah satu alasan utama adalah potensi pemasukan tambahan yang dapat diperoleh warga hanya dengan mengumpulkan sampah dari rumah mereka. Nasabah yang terdaftar cukup mengumpulkan sampah rumah tangga, seperti plastik, kertas, atau logam, lalu membawa sampah tersebut ke Bank Sampah Mekarsari untuk diproses lebih lanjut oleh pengurus yang berjumlah 13 orang warga RW 5. Setiap sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dikonversi menjadi saldo tabungan yang bisa diuangkan. Manfaat ini memberikan motivasi besar bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari. Bank Sampah Mekarsari menja...